NAMA : PRAMUDITA RAHAYU
NPM : 17311298
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN SPEAKER
Speaker adalah transduser yang mengubah sinyal elektrik ke frekuensi audio(suara) dengan cara menggetarkan komponennya yang berbentuk selaput.
Transduser
adalah sebuah alat yang mengubah satu bentuk daya menjadi bentuk daya
lainnya untuk berbagai tujuan termasuk pengubahan ukuran atau informasi
(misalnya, sensor tekanan). Transduser bisa berupa peralatan listrik,
elektronik, elektromekanik, elektromagnetik, fotonik, atau fotovoltaik.
Dalam pengertian yang lebih luas, transduser kadang-kadang juga
didefinisikan sebagai suatu peralatan yang mengubah suatu bentuk sinyal
menjadi bentuk sinyal lainnya.
Speaker merupakan
salah satu peralatan output komputer yang memiliki bentuk seperti kotak
ataupun bulat dengan kemasan unik yang berfungsi untuk mengeluarkan
hasil pemrosesan dari komputer yang berupa suara. Agar speaker dapat
berfungsi diperlukan hardware berupa sound card (pemroses audio/sound).
Speaker memiliki bentuk, fitur, dan ukuran yang beraneka ragam. Saat ini
speaker merupakan piranti tambahan yang hampir tidak dapat dipisahkan
dengan komputer. Dalam setiap sistem penghasil suara, penentuan kualitas
suara terbaik tergantung dari speaker. Rekaman yang terbaik, dikodekan
ke dalam alamat penyimpanan yang berkualitas tinggi, dan dimainkan
dengan deck dan pengeras suara kelas atas, tetap saja hasil suaranya
akan jelek bila dikaitkan dengan speaker berkualitas rendah. Sistem pada
speaker adalah suatu komponen yang membawa sinyal elektronik
menyimpannya dalam CD, tapes, dan DVD, lalu mengembalikannya lagi ke
dalam bentuk suara aktual yang dapat kita dengar. Speaker adalah sebuah
teknologi menabjubkan yang memberikan dampak yang sangat besar terhadap
budaya.
Sejarah dan Perkembangan Speaker
Pada
tahun 1898, Horace short mengumumkan sebuah design speaker yang
menggunakan kompresor udara yang kemudian menjualnya pada Charles
Parsons. Kemudian mendapatkan beberapa tambahan hak paten di Inggris
sebelum 1910. Pada tahun 1924 Dr. Walter H. Schottky menemukan pita
loudspeaker pertama. Untuk pertama kalinya speaker menggunakan
electromagnet sehingga suara yang dihasilkan sangat keras. Namun pada
waktu itu speaker yang menggunakan magnetbjarang sekali digunakan ini
dikarenakan harganya yang sangat mahal. Lilitan dari sebuah
electromagnet disebut bidang lilitan atau dasar lilitan yang disambungan
melalui kedua pasang energized ke driver. Belokan ini biasa disediakan
pada sebuah dual role dan juga berperan sebagai filter listrik dari
amplifier loudspeaker yang terhubung dengan listrik. reaksi Ac telah
dilemahkan oleh lilitan penghambat listrik. tetapi frekuensi Ac
cenderung memodulasi sinyal audio yang dikirim ke lilitan suara sehingga
terdengar dengungan yang berkekuatan besar dari sebuah audio device.
Sudah jelas fugsi dari speaker yakni untuk memproduksi gelombang suara,
namun setiap jenis dan merk speaker khususnya untuk car audio mulai dari
tweeter, midrange, midbass hingga subwoofer, masing-masing mempunyai
fungsi dan tugas yang berbeda dalam hal memproduksi suara.
Penemu Speaker
Peter L. Jensen
Ia
lahir di Denmark 1886, dan meninggal 26 Oktober 1961 pada usia 75 th.
Pendidikannya disekolah tinggi Denmark, dan lulus pada tahun 1902.
Dia mulai bekerja sebagai magang di laboratorium Valdemar Poulsen,
penemu rekaman magnetik dan Sistem Poulsen dari Radio pada tahun 1903.
Menjadi asisten Poulsen pada tahun 1905 dan dikirim ke Amerika Serikat
untuk membantu dalam memperkenalkan Radio Poulsen Arc Sistem pada tahun
1909. Dia bekerja sebagai insinyur oleh Federal Telegraph Company di
California, yang membeli hak paten Poulsen, sampai November 1910.
Ia
mendirikan Komersial Wireless dan Development Co, bersama-sama dengan
Edwin S. Pridham dan Richard O'Conner, pada tahun 1911 di Napa,
California. Jensen dan Pridham pindah dari Napa pada tahun 1916, dan
mengubah nama perusahaan pada tahun 1917 dengan Magnavox Company. Jensen
dipekerjakan sebagai chief engineer sampai 1925.
Jenis-Jenis speaker
Berdasarkan frekuensi yang dihasilkan, speaker dapat dibagi menjadi :
1. Speaker Tweeter, yaitu speaker yang menghasilkan frekuensi tinggi ( sekitar 2kHz – 20kHz)
2. Speaker Mld-range, yaitu speaker yang menghasilkan frekuensi menengah (sekitar 300Hz – 5kHz)
3. Speaker Woofer, yaitu speaker yang menghasilkan frekuensi rendah yaitu ( sekitar 40Hz – 1kHz)
4. Speaker sub-woofer, yaitu speaker yang menghasilkan frekuensi sangat rendah yaitu sekitar 20Hz – 200Hz.
5. Speaker Full Range, yaitu speaker yang dapat menghasilkan frekuensi rendah hingga frekuensi tinggi.
Berdasarkan fungsi dan bentuknya, speaker juga dapat dibedakan menjadi :
1. Speaker Corong
2. Speaker Hi-Fi
3. Speaker Handphone
4. Headphone
5. Speaker Televisi
6. Speaker Sound System ( Home Theather)
7. Earphone
8. Speaker laptop
Pengertian Speaker Aktif dan Speaker Pasif
Speaker
yang digunakan untuk sound system entertainment pada umumnya dapat
dibedakan menjadi 2 kategori, yaitu speaker aktif dan pasif. Berikut
adalah penjelasan singkat mengenai kedua jenis peaker ini.
1. Speaker Pasif( passive speaker)
Speaker
pasif adalah speaker yang tidak memiliki amplifier ( penguat suara)
didalamnya. Jadi speaker pasif memerlukan amplifier tambahan untuk dapat
menggerakkannya. Level sinyal harus dikuatkan terlebih dahulu agar
dapat menggerakkan speaker pasif. Sebagian besar speaker yang kita temui
adalah speaker pasif.
2. Speaker Aktif( Active Speaker)
Speaker
aktif adalah speaker yang memiliki amplifier (penguat suara)
didalamnya. Speaker aktif memerlukan kabel listrik tambahan untuk
menghidupkan amplifier yang terdapat didalamnya.ftik.teknokrat.ac.id
Comments
Post a Comment